Kamis, 14 Juni 2012

upaya mencegah kecemasan siswa

     



              Kecemasan atau anxiety merupakan salah satu bentuk emosi individu yang berkenaan dengan adanya rasa terancam oleh sesuatu, biasanya dengan objek ancaman yang tidak begitu jelas. Kecemasan dengan intensitas yang wajar dapat dianggap memiliki nilai positif sebagai motivasi, tetapi apabila intensitasnya sangat kuat dan bersifat negatif justru malah akan menimbulkan kerugian dan dapat mengganggu terhadap keadaan fisik dan psikis individu yang bersangkutan.


Adalah Sigmund Freud, sang pelopor Psikoanalisis yang banyak mengkaji tentang kecemasan ini. Dalam kerangka teorinya, kecemasan dipandang sebagai komponen utama dan memegang peranan penting dalam dinamika kepribadian seorang individu.
Freud (Calvin S. Hall, 1993) membagi kecemasan ke dalam tiga tipe:
  1. Kecemasan realistik yaitu rasa takut terhadap ancaman atau bahaya-bahaya nyata yang ada di dunia luar atau lingkungannya.
  2. Kecemasan neurotik adalah rasa takut jangan-jangan insting-insting (dorongan Id) akan lepas dari kendali dan menyebabkan dia berbuat sesuatu yang bisa membuatnya dihukum. Kecemasan neurotik bukanlah ketakutan terhadap insting-insting itu sendiri, melainkan ketakutan terhadap hukuman yang akan menimpanya jika suatu insting dilepaskan. Kecemasan neurotik berkembang berdasarkan pengalaman yang diperolehnya pada masa kanak-kanak, terkait dengan hukuman dan ancaman dari orang tua maupun orang lain yang mempunyai otoritas, jika dia melakukan perbuatan impulsif.
  3. Kecemasan moral yaitu rasa takut terhadap suara hati (super ego). Orang-orang yang memiliki super ego yang baik cenderung merasa bersalah atau malu jika mereka berbuat atau berfikir sesuatu yang bertentangan dengan moral. Sama halnya dengan kecemasan neurotik, kecemasan moral juga berkembang berdasarkan pengalaman yang diperolehnya pada masa kanak-kanak, terkait dengan hukuman dan ancaman dari orang tua maupun orang lain yang mempunyai otoritas jika dia melakukan perbuatan yang melanggar norma
Selanjutnya, dikemukakan pula bahwa kecemasan yang tidak dapat ditanggulangi dengan tindakan-tindakan yang efektif disebut traumatik, yang akan menjadikan seseorang merasa tak berdaya, dan serba kekanak-kanakan. Apabila ego tidak dapat menanggulangi kecemasan dengan cara-cara rasional, maka ia akan kembali pada cara-cara yang tidak realistik yang dikenal istilah mekanisme pertahanan diri (self defense mechanism), seperti: represi, proyeksi, pembentukan reaksi, fiksasi dan regresi. Semua bentuk mekanisme pertahanan diri tersebut memiliki ciri-ciri umum yaitu:
 (1) mereka menyangkal, memalsukan atau mendistorsikan kenyataan dan
(2) mereka bekerja atau berbuat secara tak sadar sehingga tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Kecemasan dapat dialami siapapun dan di mana pun, termasuk juga oleh para siswa di sekolah. Kecemasan yang dialami siswa di sekolah bisa berbentuk kecemasan realistik, neurotik atau kecemasan moral. Karena kecemasan merupakan proses psikis yang sifatnya tidak tampak ke permukaan maka untuk menentukan apakah seseorang siwa mengalami kecemasan atau tidak, diperlukan penelaahan yang seksama, dengan berusaha mengenali simptom atau gejala-gejalanya, beserta faktor-faktor yang melatarbelangi dan mempengaruhinya. Kendati demikian, perlu dicatat bahwa gejala-gejala kecemasan yang bisa diamati di permukaan hanyalah sebagian kecil saja dari masalah yang sesungguhnya, ibarat gunung es di lautan, yang apabila diselami lebih dalam mungkin akan ditemukan persoalan-persoalan yang jauh lebih kompleks.

Di sekolah, banyak faktor-faktor pemicu timbulnya kecemasan pada diri siswa. Target kurikulum yang terlalu tinggi, iklim pembelajaran yang tidak kondusif, pemberian tugas yang sangat padat, serta sistem penilaian ketat dan kurang adil dapat menjadi faktor penyebab timbulnya kecemasan yang bersumber dari faktor kurikulum. Begitu juga, sikap dan perlakuan guru yang kurang bersahabat, galak, judes dan kurang kompeten merupakan sumber penyebab timbulnya kecemasan pada diri siswa yang bersumber dari faktor guru. Penerapan disiplin sekolah yang ketat dan lebih mengedepankan hukuman, iklim sekolah yang kurang nyaman, serta sarana dan pra sarana belajar yang sangat terbatas juga merupakan faktor-faktor pemicu terbentuknya kecemasan pada siswa.yang bersumber dari faktor manajemen sekolah.
Menurut Sieber e.al. (1977) kecemasan dianggap sebagai salah satu faktor penghambat dalam belajar yang dapat mengganggu kinerja fungsi-fungsi kognitif seseorang, seperti dalam berkonsentrasi, mengingat, pembentukan konsep dan pemecahan masalah. Pada tingkat kronis dan akut, gejala kecemasan dapat berbentuk gangguan fisik (somatik), seperti: gangguan pada saluran pencernaan, sering buang air, sakit kepala, gangguan jantung, sesak di dada, gemetaran bahkan pingsan.
Mengingat dampak negatifnya terhadap pencapaian prestasi belajar dan kesehatan fisik atau mental siswa, maka perlu ada upaya-upaya tertentu untuk mencegah dan mengurangi kecemasan siswa di sekolah, diantaranya dapat dilakukan melalui:
  1. Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran dapat menyenangkan apabila bertolak dari potensi, minat dan kebutuhan siswa. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang digunakan hendaknya berpusat pada siswa, yang memungkinkan siswa untuk dapat mengkspresikan diri dan dapat mengambil peran aktif dalam proses pembelajarannya.
  2. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung guru seyogyanya dapat mengembangkan “sense of humor” dirinya maupun para siswanya. Kendati demikian, lelucon atau “joke” yang dilontarkan tetap harus berdasar pada etika dan tidak memojokkan siswa.
  3. Melakukan kegiatan selingan melalui berbagai atraksi “game” atau “ice break” tertentu, terutama dilakukan pada saat suasana kelas sedang tidak kondusif.. Dalam hal ini, keterampilan guru dalam mengembangkan dinamika kelompok tampaknya sangat diperlukan.
  4. Sewaktu-waktu ajaklah siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran di luar kelas, sehingga dalam proses pembelajaran tidak selamanya siswa harus terkurung di dalam kelas.
  5. Memberikan materi dan tugas-tugas akademik dengan tingkat kesulitan yang moderat. Dalam arti, tidak terlalu mudah karena akan menyebabkan siswa menjadi cepat bosan dan kurang tertantang, tetapi tidak juga terlalu sulit yang dapat menyebabkan siswa frustrasi.
  6. Menggunakan pendekatan humanistik dalam pengelolaan kelas, dimana siswa dapat mengembangkan pola hubungan yang akrab, ramah, toleran, penuh kecintaan dan penghargaan, baik dengan guru maupun dengan sesama siswa. Sedapat mungkin guru menghindari penggunaan reinforcement negatif (hukuman) jika terjadi tindakan indisipliner pada siswanya.
  7. Mengembangkan sistem penilaian yang menyenangkan, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan penilaian diri (self assessment) atas tugas dan pekerjaan yang telah dilakukannya. Pada saat berlangsungnya pengujian, ciptakan situasi yang tidak mencekam, namun dengan tetap menjaga ketertiban dan objektivitas. Berikanlah umpan balik yang positif selama dan sesudah melaksanakan suatu asesmen atau pengujian.
  8. Di hadapan siswa, guru akan dipersepsi sebagai sosok pemegang otoritas yang dapat memberikan hukuman. Oleh karena itu, guru seyogyanya berupaya untuk menanamkan kesan positif dalam diri siswa, dengan hadir sebagai sosok yang menyenangkan, ramah, cerdas, penuh empati dan dapat diteladani, bukan menjadi sumber ketakutan.
  9. Pengembangan menajemen sekolah yang memungkinkan tersedianya sarana dan sarana pokok yang dibutuhkan untuk kepentingan pembelajaran siswa, seperti ketersediaan alat tulis, tempat duduk, ruangan kelas dan sebagainya. Di samping itu, ciptakanlah sekolah sebagai lingkungan yang nyaman dan terbebas dari berbagai gangguan, terapkan disiplin sekolah yang manusiawi serta hindari bentuk tindakan kekerasan fisik maupun psikis di sekolah, baik yang dilakukan oleh guru, teman maupun orang-orang yang berada di luar sekolah.
  10. Mengoptimalkan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Pelayanan bimbingan dan konseling dapat dijadikan sebagai kekuatan inti di sekolah guna mencegah dan mengatasi kecemasan siswa Dalam hal ini, ketersediaan konselor profesional di sekolah tampaknya menjadi mutlak adanya.
Melalui upaya – upaya di atas diharapkan para siswa dapat terhindar dari berbagai bentuk kecemasan dan mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang sehat secara fisik maupun psikis, yang pada gilirannya dapat menunjukkan prestasi belajar yang unggul.

manakah tipe kepribadianmu??

Tipe-tipe Kepribadian Menurut William Marston

Tipe KepribadianMenurut William Marston, tipe kepribadian seseorang dapat diketahui berdasarkan observasi terhadap pola perilaku  yang ditampilkannya. Tipe kepribadian tersebut terdiri atas tipe dominant, inspiring, supportive, dan cautious.Tiap tipe kepribadian tersebut menggambarkan paduan dari dimensi gaya hubungan dengan orang lain, yaitu peramah (outgoing) atau pendiam (reserved) dan dimensi prioritas, yaitu berorientasi terhadap tugas (task-oriented) atau berorientasi terhadap orang (people-oriented). Hal ini divisualisasikan dalam tabel di bawah ini:


OUTGOING
TASK ORIENTED D I PEOPLE ORIENTED
C S

RESERVED
Gambar Paduan Gaya Hubungan yang Menunjukkan Tipe Kepribadian
  • Tipe D (Dominant) merupakan perpaduan Outgoing dan Task-oriented.
  • Tipe I (Inspiring) merupakan perpaduan Outgoing dan People-oriented
  • Tipe S (Supportive) merupakan perpaduan Reserved dan People-oriented
  • Tipe  C (Cautious) merupakan perpaduan Reserved dan Task-oriented
Rincian karakteristik dari tiap-tiap tipe kepribadian tersebut adalah sebagai berikut:
A. TIPE “DOMINANT”
Kata-kata penjelas Dominan (dominant), pengatur (direct), penuntut/banyak permintaan (demanding), tegas (decisive), tekun (determined), pelaku (doer)
Mind-set Lakukan! Wujudkan! Raih kemenangan! Hasil!
Hal yang disukai
Kegiatan, Kompetisi, Kerja keras, Melakukan sesuatu, Tantangan, Mendapatkan hasil, Menjadi pimpinan, Menyelesaikan tugas-tugas
Mereka adalah orang yang Goal-oriented, tidak mudah puas, percaya diri, tabah, tekun, menyadari pentingnya prestasi
Dimotivasi oleh Tantangan, pilihan, pengendalian
Lingkungan yang dibutuhkan Kebebasan, kewenangan, kegiatan yang bervariasi, kesempatan berkembang
Gaya komunikasi Komunikasi lugas/terus terang
Kelemahan Kurang sensitif terhadap orang lain, kurang bisa santai, kurang sabar.
B. TIPE “INSPIRING”
Kata-kata penjelas Bersemangat (inspiring), berpengaruh (influencing), penting (important), interaktif (interactive), mengesankan (impressive), berminat pada hubungan dengan orang lain (interrested in people)
Mind-set Jadi bintang pertunjukan; bersenang-senang dan gembira!
Hal yang disukai Mempengaruhi orang lain, rencana jangka pendek, membuat orang tertawa, melakukan banyak hal/kegiatan, berbincang-bincang dengan orang lain, prestise, dipandang penting.
Mereka adalah orang yang Banyak bicara, pandai memulai hubungan, menyenangkan, cenderung membesar-besarkan, mudah gembira, senang menonton.
Dimotivasi oleh Penghargaan, persetujuan, popularitas
Lingkungan yang dibutuhkan Prestise, hubungan persahabatan, kesempatan untuk mempengaruhi orang lain, Kesempatan untuk mengilhami orang lain, kesempatan untuk mengemukakan ide.
Gaya komunikasi Bersahabat dan komunikasi informal
Kelemahan Kurang bisa mengelola waktu, kurang realistis, kurang mendengarkan orang lain, kurang memperhatikan penyelesaian tugas
C. TIPE “SUPPORTIVE”
Kata-kata penjelas Pendukung (supportive), kokoh (steady), tabah/teguh hati (stable), ramah (sweet), peka (sensitive), sentimentil (sentimental)
Mind-set Netral. Bergaullah dengan semua orang. Tidak ada konflik.
Hal yang disukai Perdamaian, harmoni, ketenteraman hati, kelompok persahabatan, kerja tim, menolong orang lain, kerjasama.
Mereka adalah orang yang Beorientasi kelompok (team-oriented), bersahabat, kooperatif, teman setia, peka terhadap kebutuhan orang lain, mau memahami dan menerima orang lain
Dimotivasi oleh Keamanan, penghargaan, kepastian/jaminan (Assurance)
Lingkungan yang dibutuhkan Wilayah khusus (specialization), identifikasi dengan kelompok, pola kerja yang mapan, situasi yang stabil, lingkungan yang konsisten
Gaya komunikasi Komunikasi yag hangat, terbuka, tulus.
Kelemahan Sulit bila harus menghadapi perubahan, tidak mampu mengatakan “Tidak”, sulit bertindak bebas/independen
C. TIPE “CAUTIOUS”
Kata-kata penjelas Hati-hati (cautious), penuh perhitungan (calculating), mampu (competent), konsisten (consistent), pemikir (contemplative), teliti (careful)
Mind-set Kerjakan sesuatu dengan benar dan sempurna. Apa rencananya? Sudahkah mempertimbangkan segala sesuatunya? Apa tujuan sesungguhnya? Mengapa?
Hal yang disukai Konsistensi, kerja hebat, mengerjakan dengan tepat, informasi/data, nilai (value), kualitas, segala sesuatu berjalan dengan benar, ada perencanaan, prosedur, kejujuran.
Mereka adalah orang yang Berorientasi pada prosedur (procedure-oriented), mengabdikan diri pada tugas, terfokus pada detail, logis, akurat, menaruh rasa hormat (respectful)
Dimotivasi oleh Jawaban berkualitas, keunggulan, nilai (value)
Lingkungan yang dibutuhkan Tugas yang ditentukan dengan jelas, sumber daya dan waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas, bebas untuk mengajukan pertanyaan, resiko terbatas, tugas yang membutuhkan perencanaan dan ketepatan
Gaya komunikasi Komunikasi yang logis, tepat, dan detail.
Kelemahan Analisis berlebihan (over-analizyng), kurang mampu menepati deadline, perfeksionis, kurang mampu mengekspresikan perasaan, kurang memperhatikan pentingnya perasaan orang lain.

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/01/25/tipe-tipe-kepribadian-menurut-william-marston/

Minggu, 10 Juni 2012

5 Teknik Berlatih Konsentrasi untuk Anak dengan ADHD (Gangguan Pemusatan Perhatian)




Anak dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) menjalani hari-harinya dengan tidak mudah. Bayangkan Anda berada di sebuah pasar dimana bisa melihat banyak sekali hal, mendengar puluhan pedagang menjajakan jualannya, membaui berbagai aroma, dan merasakan berbagai sensasi sekaligus. Itulah yang setiap hari dialami oleh anak dengan ADHD atau Gangguan Pemusatan Perhatian & Hiperaktif. Karena gangguannya tersebut, anak-anak ini biasanya mengalami penurunan fungsi seperti konsentrasi, memori/ingatan, mengontrol keinginan, kecepatan merespons dan ketidakmampuan mengikuti instruksi atau petunjuk.
Jika Anda orang tua dari seorang anak dengan ADD atau ADHD, mungkin pengalaman ini sudah biasa bagi Anda. Barangkali selama bertahun-tahun, Anda sudah melalui kegiatan mengerjakan PR bersama anak Anda dengan penuh perjuangan. Memang tidak mudah meminta anak dengan ADHD menyelesaikan tugas-tugas tertentu seperti membersihkan kamar atau menyapu halaman. Saya yakin, Anda pasti pernah mengalami kejengkelan yang memuncak karenanya. Dan saya juga yakin, karena sayang Anda pada sang anak, Anda ingin membantu dan memberikan yang terbaik baginya.
Mainkan game (permainan) yang menyenangkan untuk dilakukan bersama Anda dan anak. Ini adalah salah satu yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak ADHD meningkatkan keterampilan konsentrasi mereka. Sebagai seorang psikolog anak dan ayah dari anak dengan ADHD, Robert Myers, Ph.D mengembangkan berbagai latihan berikut ini:




1. Relaksasi dan Pencitraan Positif
Cara ini menggabungkan teknik relaksasi sederhana seperti bernafas dalam-dalam sambil membayangkan sesuatu yang positif untuk membantu otak meningkatkan atau mempelajari keterampilan baru. Sebagai contoh, anak dengan ADHD bisa membayangkan bahwa mereka dapat duduk tenang di kelas dan mampu menahan diri untuk berjalan-jalan. Penelitian menunjukkan bahwa teknik membayangkan dapat mengarahkan perilaku nyatanya. Dalam hal ini, Anda dan anak dapat mengembangkan sendiri apa yang akan dilatihkan dalam imajinasi.

2. Permainan Koin
Pertama, tumpukkan beberapa uang logam yang bermacam-macam. Siapkan selembar kertas karton untuk menutupinya. Setelah itu, minta anak menyusun uang logam tersebut berdasarkan urutan nilai, urutan besar-kecilnya logam, atau minta mereka untuk mengambil nilai uang yang Anda sebutkan. Gunakan stopwatch untuk mengukur waktu atau kembangkan cara agar anak terdorong untuk melakukannya dengan super cepat. Stopwatch membantu Anda menghitung kecepatan anak dalam menyelesaikan tugasnya. Ulangi tugas yang sama beberapa kali, dan Anda mungkin dapat melihat kemajuan tingkat konsentrasi anak Anda.

3. Teka-Teki Silang dan Gambar Unik
Kedengarannya memang sederhana, tetapi ini adalah alat yang sangat bermanfaat bagi anak dengan ADHD. Teka-teki silang berfungsi untuk meningkatkan perhatian mereka terhadap kata-kata. Sedang menemukan gambar yang ‘salah’ atau aneh, atau yang tidak pada tempatnya, melatih konsentrasi mereka untuk menemukan barang-barangnya sendiri di dunia nyata.

4. Integrasi Pikiran – Tubuh
Salah satu contoh terapan dari pengembangan teknik ini adalah melatih anak duduk di kursi tanpa bergerak, atau ini dapat dikemas dalam permainan ‘Mek-Tung’ (Jawa: diMek dadi paTung; jika tubuh tersentuh anak harus berpura-pura menjadi patung). Orang tua bisa menghitung berapa lama anak mampu bertahan tak bergerak. Praktekkan berulang dalam beberapa minggu, biasanya anak menunjukkan peningkatan. Melalui latihan ini, hubungan antara saraf otak dan tubuh diperkuat sehingga kemampuan mengontrol diri pun meningkat.

5. Permainan Memori dan Konsentrasi
Game komputer Memory merupakan ide yang cemerlang untuk meningkatkan memori dan konsentrasi anak dengan ADHD. Game ini ringan dan menyenangkan. GAme Memory memotivasi anak untuk mengingat lokasi dari kotak gambar dan membantu mereka menghafal urutan rangsangan visual dan pendengaran. Dengan berulang kali bermain, jaringan otak mendapat rangsangan dan tantangan, dengan demikian memperkuat koneksi dan meningkatkan fungsi otak. Game Memory ini sangat mudah Anda temukan di internet.

Saat melakukan semua kegiatan ini, sebaiknya Anda bekerja sama dengan anak dan memposisikan diri sebagai ‘coach’ (pelatihnya). Berikan dia dorongan dan ikuti perkembangannya. Latihan ini tidak hanya baik bagi anak ADHD Anda, tetapi juga baik untuk memperkuat hubungan Anda dengan anak.
Selamat bersenang-senang! Siapa tahu, bukan hanya anak Anda yang meningkat konsentrasinya. Mungkin Anda juga akan menjadi lebih cekatan dan lebih cerdas juga!


http://infopsikologi.com/2012/01/5-teknik-berlatih-konsentrasi-untuk-anak-dengan-adhd-gangguan-pemusatan-perhatian/

Jumat, 08 Juni 2012

Stress and Health



 Pada kasus stress and health kali ini, saya ingin membaha tentang hal-hal yang mendatangkan stress. Pengertian ari stress adalah respon tidak spesifik ketika seseorang mengalami perubahan dan situasi dimana seseorang melampaui batas kemampuan untuk mengahadapinya. Banayk hal yang menjadi sumber stres, diantaranya:
• live event, contohnya kematian, kelahiran.
 • Frustasi , keinginan yang tidak bisa dicapai.
• Konflik, dua keinginan atau lebih yang tidak bisa dicapai sekaligus.
• Tekanan, pengalaman negatif.
• Lingkungan

Kasus:
 Saya masih ingat sekitar setahun yang lalu, ketika saya datang ke kota Medan dan itu merupakan untuk yang pertama kalinya. Pertanyaan yang terlintas pertama kalinya adalah “apakah saya sanggup tinggal di sini?”. Kebisingan, klakson kendaraan bermotor yang tiap sebentar memekakkan telinga, pokoknya kota Medan dengan segala hiruk pikuknya. Ditambah lagi saya sudah mempunyai persepsi bahwa orang Medan keras dan kasar. Semua terasa asing dan membuat saya sangat tidak nyaman dengan keadaan tersebut. Belum lagi tempat tinggal baru dan orang-orang baru yang akan saya temui disini. Semuanya membuat saya stress, tapi apa boleh buat, saya harus menjalaninya. Seiring dengan berjalannya waktu, saya semakin terbiasa dengan keadaan disini. Itu membuat tingkat stress saya semakin hari semakin berkurang. Pada kasus di atas , sumber dari stress saya adalah lingkungan. Semuanya berubah mulai dari kondisi cuaca, makananmtempat tinggal baru dan orang-orang baru dimana semuanya butuh penyesuaian lagi.

Tugas kelompok simulasi pedagogi dan andragogi

 kelompok 6 :
gita yufika (11-038),
liandar khairunnisa (11-100),
mentari purba (11-028)


1. simulasi pedagogi pada simulasi pedagogi ini, kami memilih setting di sekolah pada siswa kelas 1 sd. liandra (bu guru), gita (murid), mentari( murid)
 sebelum masuk kelas,anak-anak berbaris di depan kelas
 bu guru : ini baju kalian kenapa keluar- keluar?? rapikan dulu
 setelah masuk kelas,
bu guru : sebelum mulai belajar, ibu akan memeriksa kuku kalian, jadi letakkan tangan di atas meja (smbil melihat tangan murid dan mengomentarinya) ini kenapa kuku kamu gak rata seperti ini?? nanti rapikan ya,..kamu lagi kukunya kenapa ini,.?? kamu motongnya terlalu pendek,sampe kukunya ilang semua,.. sang murid hanya menerima ocehan sang guru dan tidak berani ,melawan

2.simulasi andragogi pada simulasi andragogi ini, kami memilih setting di sebuah perusahaan textile, jadi dipekerjakanlah beberapa orang designer. liandra (bos) gita (designer) mentari (designer) suatu hari liandra meminta salah satu designer untuk menjelaskan hasil karyanya,kemudian designer tersebut dengan berusaha meyakinkan si bos bahwa rancangannya akan sangat laku di pasaran
bos         : mana design kamu biar saya lihat, kamu yakin dengan design kamu ini??
                 coba kamu jelaskansama saya
 designer: saya sangat yakin sekali bu, inibukan dress yang biasa, pada bagian kerah saya
               memberikan hiasan dari bulu landak dan itu akan sangat-sangat terlihat elegant,.
               dan saya yakin akan diterima di pasaran.

 penjelasan : pada simulasi pertama disebut pedagogi karena murid hanya menerima apa yang guru katakan, guru sebagai center yang harus dipatuhi. tugas utama guru benar-benar membimbing murid sampai murid benar-benar paham akan esensi dari yang dipelajari. sedangkan pada simulasi yang ke dua, disini seseorang bebas mengeluarkan pikiran-pikiran dan ide kreatifnya. dan mampu berargumen atas pemikirannya.

Rabu, 06 Juni 2012

TUGAS MINI PROYEK 2011/2012

PERENCANAAN

A.    Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi saat ini telah menjalar dan memasuki setiap dimensi aspek kehidupan manusia. Teknologi informasi saat ini memainkan peran yang besar didalam kegiatan bisnis, perubahan stuktur organisasi, dan manajemen organisasi. Dilain pihak, teknologi informasi juga memberikan peranan yang besar dalam pengembangan keilmuan dan menjadi sarana utama dalam suatu institusi akademik. Salah satunya internet.  Internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer. Sistem internet berisi ribuan jaringan komputer yang terhubung di seluruh dunia, menyediakan informasi yang tak terhingga yang dapat diakses. Banyak siswa-siswi SMA menggunakan internet untuk mencari tugas-tugas mereka yang di berikan oleh guru. Karena terkadang guru mereka memberikan tugas kepada mereka yang tidak terdapat di buku penyelesaiannya jadi mau tidak mau mereka harus searching dari internet. Di internet apa yang tidak ada di buku pasti ada di internet. Jadi, siswa-siswi pun suka menggunakan internet karena untuk memudahkan dalam penyelesaian tugas mereka.

B.     Landasan Teori
TIK adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi, rekayasa dan teknik pengelolaan yang digunakan dalam pengendalian dan pemrosesan informasi serta penggunaannya, komputer dan hubungan mesin (komputer) dan manusia, dan hal yang berkaitan dengan sosial, ekonomi dan kebudayaan [British Advisory Council for applied Research and Development: Report on Information Technology; H.M. Stationery Office, 1980). Definisi lain tentang TIK yaitu semua bentuk teknologi yang terlibat dalam pengumpulan, memanipulasi, komunikasi, presentasi dan menggunakan data (data yang ditransformasi menjadi informasi) [E.W. Martin et al. 1994. Managing Information Technology: What Managers Need to Know. New York :Prentice Hall].
Arti Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat diapakai untuk menyiarkan program pendidikan.  Salah satu bagian TIK itu adalah internet. Internet dapat menjadi alat penting untuk membantu murid belajar (Bissell dkk, 2002; Roblyer & Edwards, 2000). Akan tetapi, internet mengandung beberapa kelemahan (Gackenbach & Ellerman, 1999) karena untuk menggunakannya secara efektif maka sofwarenya harus di install terlebih dahulu dan adanya kekhawatiran murid-murid untuk menyalahgunakan internet. Tetapi apabila digunakan secara efektif maka internet dapat menambahkan pengetahuan kita. INTERNET (Internasional Network) Berasal dari kata Inter Conection Network yaitu Jaringan Komputer yang terhubung secara luas dan pesat dan mendunia.Tujuannya untuk berbagi sumber daya yang dinamis dan berbagi informasi kepada dunia. Sejarah internet dimulai dari tahun 1969 yang memulainya Departemen Pertahan Amerika. Nama Departemen nya Darpa yang mengadakan riset “Bagaimana caranya menghubungkan Dua buah Komputer”nama risetnya “Darpa net”

Tahun 1970 mereka berhasil menghubungkan beberapa komputer dalam sebuah jaringan.
Tahun 1972 “Roy Tomminson” orang yang membuat email.
Tahun 1982 diciptakan TCP/IP Untuk mengenalkan alamat di jaringan komputer yang ada.
Tahun 1984 dibuatlah DNS (Domain Name System)
Tahun 1988 Chatting telah dibuat yang bernama IRC (Internet Relay Chat).
Tahun 1990 Teknologi WWW “World Wide Web” yaitu program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lain.
Tahun 1992 muncul istilah “Surfing the internet”
Tahun 1994 mulai dikenal nama – nama situs kurang lebih 3.000 halaman web.


Peralatan untuk membangun Internet

1.harusadaBrowser(PerangkatLunak)
Contoh Browser : Internet Explorer, Mozila Firefox
2. Modem (Perangkat Keras) singkatan dari Modulator demodulator
Modem adalah alat komunikasi dua arah.
Jenis-jenis Modem dibagi 3 yaitu :
- Modem Dial Up ada 2 macam yaitu Modem Internet dan Modem Exsternal.
- Modem Kabel
- Modem ADSL fungsinya untuk sinyal telepon sebagai suara dan data


3. Saluran Telepon
Perangkat Keras Pendukung Akses Internet
1. Switch / Hub
2. Repeater
3. Bridge (Penghubung)
4. Router


Jasa Akses Internet atau ISP (Internet Servis Propaider)
Contohnya : Telkom, Indosat, Suasantara.com


Perangkat Penghubung Internet :
1. Kabel UTP
2. Conector RJ45 diciptakan tahun 1945
3. Lan card
4. Wi-Fi


Pengertian Website atau Situs adalah halaman untuk menampilkan suatu informasi berupa gambar, suara yang saling berhubungan oleh link-link (Penghubung.


Unsur-unsur membangun sebuah Website :
1. Skrip (Bahasa Program) : bahasa pemprograman untuk internet adalah HTML.
2. Mendesain Web utuk menentukan kualitas dan keindahan situs.
3. Domain Name yaitu alamat situs yang digunakan.
4. Hosting adalah ruangan hardisk tempat menyimpan berbagai data, file, gambar, video dll.
    Biasanya disewakan.
5. Di Publikasi .




Nama – nama Domain :
1. .com : layanan situs yang bersifat komersil
2. .eEdu : Layanan Pendidikan International.
3. .Gov : Layanan untuk pemerintahan.
4. .mil : Layanan kebutuhan angkatan bersenjata atau militer
5. .org : Layanan Kebutuhan Organisasi
6. .Net : Layanan Kebutuhan Jaringan Komputer
7. . Biz : Layanan kebutuhan dunia bisnis


Browser
Cara Kerja Browser :
1. Browser mengambil informasi melalui jaringan internet pada serverlife.
2. Server memberi respon dengan memberikan informasi yang diminta.
3. Browser menampilkan informasi menggunakan fasilitas yang berupa kode-kode HTML.
           
C.     Tujuan            
  •  Untuk mengetahui seberapa besar peran internet sebagai wadah pembelajaran siswa-siswi SMA
  • Untuk mengetahui dampak negatif dan positif sebagai media belajar pada siswa-siswi SMA.
D.    Alat dan Bahan
  •  Laptop               Reward
  • Kamera              Alat tulis
  • Angket               kue

E.     Analisis Data
Data didapat dengan memberikan angket terhadap subjek dan terdiri dari 10 pertanyaan. Data ini diperoleh berdasarkan jawaban siswa yang paling dominan dan kemudian ditarik kesimpulan.
F.     Objek atau Subjek
Lokasi penelitian di SMA NEGERI 11 Medan. Populasi dari penelitian adalah siswa-siswi kelas XI IA 3 SMA NEGERI 11 MEDAN  yang terdiri dari 38 siswa-siswi.
 G. Jadwal Pelaksanaan
        Bulan    
       
  
Kegiatan
Maret
April
Mei
juni
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
Pemilihan topik
















Menentukan Judul
















Membuat Pendahuluan
















Menentukan Landasan Teori
















Membuat konsep penelitian
















Izin Ke Sekolah
















Meminta surat izin dari fakultas psikologi
















Mengantar surat ke sekolah
















Penelitian
















Menganalisis data & menarik Kesimpulan
















Mengevaluasi Kegiatan
















Membuat Poster
















Posting di Blog
















Keterangan :
  •  Pemilihan topik                                                 : 13 Maret 2012
  • Menentukan Judul                                             : 20 April 2012
  •  Membuat Pendahuluan                                        : 27 April 2012
  •   Menentukan Landasan Teori                              : 27 April 2012
  •   Membuat konsep penelitian                               : 28 April 2012
  •  Izin Ke Sekolah                                                :  1 Mei 2012
  •  Meminta surat izin dari fakultas psikologi          : 1 Mei 2012
  • Mengantar surat ke sekolah                                : 9 Mei 2012
  •  Penelitian                                                         : 10 Mei 2012
  •  Menganalisis data & menarik Kesimpulan             : 4 Juni 2012
  •  Mengevaluasi Kegiatan                                      : 4 Juni 2012
  •  Membuat Poster                                               : 4 Juni 2012
  •  Posting di Blog                                                  : 5 Juni 2012
H.    Kalkulasi Biaya
Barang yang dibeli
Harga
Fotocopy kuesioner (Rangkap 38)
Rp   3.000
Beli reward (3 kotak)
Rp   60.000
Beli kue
Rp   20.000
Poster
Rp   7.000
Jumlah
Biaya per orang
Rp  90.000
Rp   30.000

     
                    PELAKSANAAN

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2012. Pertama kali yang kami laksanakan adalah meminjam almamater terlebih dahulu kepada senior, demi kelangsungan status kami dalam pengambilan sampel, setelah kami meminjam almamater kepada senior, lalu kami membeli kue, kami singgah ke sebuah toko roti pada pukul 08.30 Wib, dengan semangat yang tinggi dan hati yang dag dig dug, kami bertiga naik angkutan umum untuk menuju lokasi tersebut, wah ternyata sangat jauh sekali SMA yang kami kunjungi yaitu SMA NEGERI 11 MEDAN,sungguh peristiwa yang sangat menarik karena sebelumnya kami tidak pernah terjun kelapangan seperti hal ini, sekitar pukul 10.30 Wib kami tiba di SMA NEGERI 11 MEDAN, disana kami disambut baik oleh staff pengajarnya, ketika kami tiba disana ternyata siswa-siswinya sedang bermain/istirahat, akhirnya pun kami memutuskan untuk istirahat sejenak juga.
Ketika pukul 12.00 Wib istirahat di usaikan, dan disitulah kesempatan kami untuk melakukan penelitian tersebut, kami memasuki ruangan dimana siswa-siswinya sedang mengikuti mata pelajaran Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK), ternyata 1 kelas tersebut dibagi 2 ada yang sedang melakukan praktikum komputer dan ada yang sedang mengerjakan tugas untuk menunggu gilirannya.
Tiba lah kami membagi angket kami tersebut, ternyata sangat enak sekali, kami disambut hangat oleh siswa-siswi tersebut, saat mereka mengisi angket, mereka ternyata juga aktifnya dengan menanyakin kak enak di USU kak? Malah ada yang minta alamat FB lagi, huuu kami senang, meskipun begitu mereka sangat bagus kok mengisi angketnya.
Ketika mereka mengisi angket, kami tidak lupa juga untuk mengambil dokumenya tersebut, seperti mengambil foto mereka saat mengisi angket. Dan ketika mereka mengisi angket dengan senang hatinya kami dan mereka berfoto bareng, wahh inikah yang dinamakan penelitian sangat-sangat seru.
Dan setelah penelitian selesai kami juga mendiskusikan tentang angket yang diisi oleh mereka, yang artinya kami mengambil kesimpulan mengenai peran teknologi bagi mereka sendiri.


  PELAPORAN & EVALUASI


A.    Laporan
            Data diambil dari 38 siswa-siswi SMA Negeri 11 Medan. Mereka berpendapat bahwa internet memiliki kelemahan dan keunggulan dalam perannya sebagai media belajar. Kelemahannya internet adalah mereka bisa mengakses website-website yang tidak pantas bagi mereka, website yang bisa merusak moral mereka. Keunggulannya yaitu internet bisa membantu mereka dalam membuka website-website pelajaran, dapat membantu mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka dan dapat menambah wawasan mereka. Menurut mereka peran internet sangat besar sebagai media belajar mereka dimana itu dapat membantu mereka dalam mempelajari pelajaran sekolah karena dengan adanya internet mereka bisa mempelajari kembali pelajaran sekolah mereka yang belum mereka mengerti pada saat guru mereka menjelaskan selain itu internet pun sangat membantu mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka yang terkadang jawabannya itu tidak terdapat dalam buku. Tetapi walaupun internet sangat disukai oleh-oleh para siswa-siswi SMA, kebanyakan dari mereka lebih senang membaca dari buku ketimbang dari internet dikarenakan kalau dari internet dapat merusak mata mereka akibat dari radiasi komputer tersebut.
             Para siswa-siswi SMA membuka internet untuk belajar pelajaran sekolah tergantung pada si guru seberapa sering memberi tugas kepada mereka melalui internet. Karena sebagian besar para siswa-siswi SMA membuka internet untuk belajar pelajaran sekolah itu dikarenakan adanya tugas yang diberikan kepada mereka yang mengharuskan mereka membuka internet. Adapun situs-situs pelajaran yang sering dibuka para siswa-siswi SMA yaitu :
Para siswa-siswi SMA bisa menghabiskan waktu mereka untuk internetan hingga 1 s/d 5 jam mereka. Disitu mereka bermain game, mencari tugas mereka dan lain-lain. Tetapi sebagian besar para siswa-siswi SMA belum pernah mengikuti tes kemampuan melalui internet. Dikarenakan mereka tidak mengetahui nama websitenya apa. Para siswa-siswi SMA pun berpendapat bahwa internet memiliki dampak positif dan dampak negatif terhadap mereka. Dampak positifnya yaitu mempermudahkan mereka dalam mengerjakan tugas sekolah, mereka bisa menambah wawasan mereka tentang pelajaran maupun tentang teknologi itu sendiri. Dan dampak negatifnya menurut mereka adalah bisa dengan mudah mengakses website-website yang tidak sepantasnya.

Desain Poster

B.     Evaluasi

Dalam menyelesaikan tugas proyek mini ini, kami tidak menemukan kendala yang begitu berarti. Namun ada beberapa hal yang membuat pengerjaan tugas proyek mini ini sedikit lama seperti membuat poster yang kami akui kami sangat sangat tidak ahlinya dan waktu yang banyak kami buang serta adanya waktu yang terbentur antar anggota kelompok.
Meskipun ada beberapa kendala yang kami hadapi, secara keseluruhan kami merasa puas dengan hasil kerja kami ini. Bagian demi bagian kami kerjakan secara bertahap dengan bersama-sama sehingga tugas ini tidak terasa begitu berat. Penelitian ini sendiri dapat berjalan lancar meskipun ada bagian-bagian yang masih terlihat kurang.
C.    Testimoni

1.      Testimoni Kelompok :
Menurut kelompok, proyek mini adalah tugas yang dapat menambah wawasan kami, memperkuat mental kami sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi, dimana kami harus menghadapi murid-murid yang berbeda-beda tingkah lakunya. Dengan proyek mini ini kami sangat merasakan bahwa ini lah kegiatan mahasiswa yang sesungguhnya.
2.      Testimoni Anggota :
  • Rika Damayanti (11-018)
Menurut saya mengenai proyek mini itu sendiri yaitu saya merasakan bahwa saya mengalami perubahan diri seperti banyaknya pengalaman dimana saya tidak pernah terjun ke lapangan seperti kegiatan proyek mini ini sendiri.
  •   Siti Rizki Kartika (11-032)
Menurut saya proyek mini ini menambah pengalaman baru saya dan menambah wawasan saya karena dengan proyek mini saya bisa belajar menghadapi orang banyak dan melatih kesabaran.
  • Gita Yufika (11-038)
Menurut saya, kelompok kami sudah berusaha mengupayakan yang terbaik meskipun mungkin masih jauh dari sempurna,. Saya merasa proyek ini pengalaman yang sangat berguna bagi kami nantinya dalam menyelesaikan tugas-tugas mata kuliah untuk kedepan nantinya. Saya merasa kami tidak menemukan kesulitan yang berarti, karena semuanya alhamdulillah berjalan sesuai dengan perencanaan mulai dari meminta surat izin hingga pelaksanaan demikian juga denga partisipannya yang menunjukkan antusiasme yg tinggi dengan penelitian ini.
Daftar Pustaka:
Dokumen
 











                                        
                                       
                                   
                             
Sekian blog dari saya, semoga blog ini dapat digunakan sebagai bahan referensi anda dan dapat bermanfaat sebaik mungkin.
Saya mengucapkan terima kasih khususnya kepada:
  • Teman Sekelompok Mini Proyek.
  • Dosen Pengampu yaitu Ibu Filia Dina Anggaraeni.
  • SMA NEGERI 11 MEDAN.